Keputusasaan di Dalam Laut: Kejahatan Tak Berperasaan - Memotong Sirip Ikan Hiu   
Play with windows media ( 44 MB )



Melody Chen: Saya pikir ikan hiu sangat disalahpahami dan demi gengsi mereka mengonsumsi sup sirip ikan hiu, tetapi mereka tidak menyadari tentang penyiksaan terhadap ikan hiu. Kita perlu menentukan sikap. Ikan hiu adalah bagian dari ekosistem kita.

PEMBAWA ACARA: Saat ini kita membahas tentang pembunuhan yang kejam atas raksasa laut yang terancam punah, yaitu ikan hiu, untuk diambil siripnya.

http://dsc.discovery.com/sharks/killer-sharks.html

Ikan hiu mendiami lautan Bumi selama lebih dari 400 juta tahun, dan para ilmuwan telah menemukan bahwa mereka adalah makhluk yang sangat pandai.

http://www.sharksavers.org/en/education/shark-myths/424-myth-sharks-have-poor-vision.html

Dari sudut ekologi, ikan hiu penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut. Dan saat populasi ikan hiu menghilang, mata rantai lingkungan laut menjadi terganggu.

http://www.defenders.org/wildlife_and_habitat/wildlife/sharks.php?gclid=CJbIh8mA858CFZhb2godDkgkXQ#http://www.factmonster.com/spot/sharks2.html

Andrea: Beberapa populasi ikan hiu telah berkurang lebih dari 80% dalam lima belas tahun terakhir. Penurunan sebesar 89% terjadi pada ikan hiu kepala martil. Penurunan sebesar 79% terjadi pada ikan hiu putih. Penurunan sebesar 88% terjadi pada ikan hiu bidadari. Daftar Merah IUCN tentang Spesies yang Terancam pada tahun 2006 berisi sedikitnya 547 spesies ikan hiu; dengan 20% di antaranya diklasifikasikan sebagai sangat terancam punah.

http://www.sharksavers.org/en/education/sharks-are-in-trouble/35-bycatch.html

PEMBAWA ACARA: Mengapa jumlah ikan hiu menurun secara tajam? Jawabannya adalah karena kehidupan laut tidak mendapat kesempatan untuk bertahan hidup karena teknologi penentuan lokasi yang digunakan saat ini oleh industri ikan termasuk sonar pencari ikan, sistem penentuan tempat berdasarkan satelit, dan helikopter pengintai.

Metode-metode penangkapan ikan yang kejam seperti pukat harimau telah membunuh ikan hiu dan penghuni laut lainnya. Teknik ini dilakukan dengan cara menyeret jaring ikan yang besar di belakang satu atau dua kapal. Kapal penyeret berukuran sebesar lapangan bola dan mampu tinggal di laut selama enam bulan. Metode lainnya dengan menggunakan dompet pukat, atau jaring besar dengan satu ujung diikat bebas dan perahu menyeret ujung lainnya dalam lingkaran. Selama operasi ini, semua hewan laut yang lebih besar dari ukuran lubang jaring terperangkap dengan kejam, termasuk ikan hiu.

Setiap tahun, secara mengejutkan ada 100 juta ikan hiu yang dibunuh di seluruh dunia oleh industri perikanan. “Tangkapan sampingannya” adalah istilah untuk makhluk laut yang tertangkap tanpa sengaja dan mati selama proses penangkapan ikan. Diperkirakan 50% atau lebih dari ikan hiu yang dibunuh setiap tahunnya merupakan akibat dari tangkapan sampingan. Ikan hiu yang terbunuh akibat “penyiripan” juga merupakan bagian dari pembunuhan besar-besaran. Penyiripan merujuk pada praktik kejam untuk mengambil sirip ikan hiu lalu membuang tubuh mereka kembali ke dalam laut. Diperkirakan setiap detik, tiga ikan hiu mati akibat penyiripan, menjadi hasil tangkapan sampingan atau kehilangan habitat.

http://www.cnn.com/2008/WORLD/asiapcf/12/10/pip.shark.finning/index.html

Penyiripan adalah hasil langsung dari permintaan global di komunitas Asia untuk sup sirip ikan hiu, konsumsi yang tumbuh pesat pada dekade terakhir ini. Hidangan tawar ini sering disajikan pada pesta pernikahan dan makan malam bisnis untuk menunjukkan kekayaan dan kedudukan dimana harganya mencapai 100 dolar AS semangkuk. Harga pasaran sirip ikan hiu telah naik begitu tinggi sehingga penyiripan telah menjadi praktik rutin nelayan di seluruh dunia demi keuntungan yang cepat.

http://www.bzzagent.com/bzzscapes/scape/global-wildlife-warriors/shark-fin-soup/

 Ibu Andrea Ng adalah Ketua PeduliBumi, organisasi nirlaba perlindungan satwa dan hidup berkelanjutan yang berada di Hong Kong, yang telah menjadi vegan selama 23 tahun, dan kira-kira 99% dari sukarelawan grupnya adalah vegetarian.

Andrea: Proses penyiripan ikan hiu itu sangat kejam. Ikan hiu biasanya ditangkap sebagai hasil tangkapan sampingan selama proses penangkapan ikan, dan nelayan yang ingin menghemat tempat bagi ikan yang lebih mahal, seperti tuna, mereka hanya akan memotong sirip ikan hiu ketika masih hidup dan membuang tubuhnya ke dalam laut serta membiarkan mereka berdarah sampai mati. Dapat Anda bayangkan betapa menyakitkannya bagi ikan hiu ketika mereka dijatuhkan ke dalam lautan dan harus berdarah sampai mati dan tak seorangpun tahu berapa lama proses itu akan terjadi.

PEMBAWA ACARA: Hiu yang kehilangan sirip menggeliat dengan sangat menderita dalam air laut yang memerah, tubuhnya secara perlahan tenggelam ke dasar laut, karena tanpa sirip, ikan hiu tidak dapat berenang. Dia akhirnya mati kesakitan, kekurangan nafas dan kehilangan darah. Setelah menyelam menjauhi Pulau Cocos dekat Kosta Rika, Peter Benchley, ahli perlindungan ikan hiu dan pengarang novel “Jaws” berkata “Saya telah melihat dasar lautan bertebaran dengan hiu tanpa sirip; satu pemandangan yang paling menakutkan yang pernah saya lihat.

http://www.wildaid.org/index.asp?CID=8&PID=331&SUBID=&TERID=16

Chang Mo-Kai: Hai semuanya. Nama saya Chang Mo-Kai. Mereka menangkap ikan hiu dan memotong siripnya. Setelah mendapatkan siripnya mereka segera membuang kembali ikan hiu ke dalam laut. Saya merasa sangat sedih terhadap hiu. Mohon lindungi ikan hiu dan berhenti makan siripnya.

Tolong, mulai sekarang berhenti mengonsumsi sirip ikan hiu. Penyiripan bertanggung jawab atas kematian puluhan juta ikan hiu tiap tahun. Namun, ada kekurangan pencatatan sistematik terhadap data penangkapan ikan hiu dan sirip ikan hiu di banyak negara dan wilayah hukum.

Ada banyak alasan untuk itu. Pertama, tidak adanya hukuman bagi pemburu gelap dan nelayan untuk melaporkan data ini, karena di beberapa negara penyiripan ikan hiu adalah ilegal.

Dan kedua, ada berbagai tipe pemberian kategori dan label yang berbeda, menurut praktik pencatatan yang berbeda. Ketiga, karena praktik perburuan gelap yang ilegal ini, banyak kegiatan kejahatan terorganisasi yang terlibat. Itulah kenapa banyak nelayan tidak ingin melaporkan masalah ini kepada penegak hukum yang berwenang. Itulah kenapa saya ingin meminta kepada setiap orang untuk tidak mendukung tindakan kejahatan dan  illegal terorganisasi ini serta tidak mendukung praktik kejam dan tidak berkelanjutan ini.

Timothy Nga: Hai, nama saya Timothy Nga. Saya seorang aktor dan pembawa acara di Singapura. Ikan hiu adalah bagian yang sangat penting pada ekosistem laut kita. Jadi bila ikan hiu mati di lautan, kita juga mati.

Randall Tan: Hai, Saya Randall Tan. Saya seorang aktor di Singapura. Saya percaya bahwa kita perlu menyelamatkan diri kita sendiri dan untuk itu, kita harus menyelamatkan lingkungan di sekitar kita. Kita tidak harus membunuh untuk mendapatkan status yang lebih tinggi. Itu tidak perlu. Jadi, kita ada di sini untuk menyelamatkan ikan hiu!

Andrea Ng: Jika ingin memenuhi kebutuhan protein Anda, tentunya sup sirip ikan hiu bukan sumber yang bagus. Pertama, sup sirip ikan hiu sendiri rasanya tawar. Dan kedua, sup sirip ikan hiu sering berisi racun logam berat seperti merkuri dan cadmium, dst. Dan diketahui secara luas melalui bukti ilmiah bahwa tingkat konsumsi merkuri yang tinggi menyebabkan bahaya serius bagi wanita hamil dan anak-anak, dan menyebabkan kerusakan serius pada otak dan susunan syaraf.

PEMBAWA ACARA: Di samping mempengaruhi susunan syaraf, keracunan merkuri berkaitan dengan penyakit kardiovaskular, kegagalan ginjal, kelahiran prematur dan autisme. Penelitian pada tahun 2008 menemukan bahwa delapan dari 10 sampel ikan hiu yang dijual di pasaran Hong Kong melebihi tingkat maksimum yang diizinkan yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang, dimana beberapa sampel terbukti empat kali melampaui batas yang diijinkan.

http://www.cafebonappetit.com/penn/env/seafood/mercury.html

Andrea Ng: Banyak konsumen memiliki keyakinan yang salah bahwa tulang rawan ikan hiu dapat digunakan sebagai penyembuh kanker. Namun sejauh ini, tidak ada bukti ilmiah untuk mendukungnya. Ada juga penggunaan sirip ikan hiu dan minyak ikan hiu untuk bahan kosmetik. Namun, telah ada banyak penggantinya dari bahan herbal, sering kali merupakan produk organik, yang sebenarnya lebih sehat untuk kulit Anda, dan karena itu Anda tidak perlu menyebabkan kekejaman pada hewan laut yang malang dan menyebabkan masalah pada ekosistem.

PEMBAWA ACARA: Sekali berkurang, diperlukan banyak dasawarsa bagi populasi ikan hiu untuk kembali ke jumlah sebelumnya, jika hal itu terjadi.

Andrea Ng: Ikan hiu sangat rentan karena ikan hiu betina hidup sangat lama dan mereka hanya berkembang biak pada tahap mendekati akhir dari siklus hidup mereka. Lagipula, sebagian besar hiu memiliki sedikit keturunan, biasanya hanya menghasilkan tiga sampai empat telur setiap kali. Ikan hiu memiliki masa persiapan yang sangat lama dan sering memerlukan waktu 25 tahun bagi ikan hiu untuk menjadi dewasa.

PEMBAWA ACARA: Pada Hari Satwa Sedunia, tanggal 4 Oktober 2009, kampanye “Biarkan Ikan Hiu Hidup” diorganisir oleh Perkumpulan Penelitian dan Pendidikan Peduli Satwa Singapura (ACRES). Selama kegiatan yang dipublikasikan dengan baik, selebritis lokal termasuk Jamie Yeo, Melody Chen, Randall Tan dan Timothy Nga berjanji untuk tidak makan sup sirip ikan hiu. Para peserta memecahkan mangkok sup dan pecahannya digunakan untuk menciptakan mosaik ikan hiu sepanjang 15 meter di sepanjang Jalan Orchard yang terkenal.

Juggi: Hai, nama saya Juggi dan saya pendiri serta ketua ACRES (Perkumpulan Penelitian dan Pendidikan Peduli Satwa). Mangkuk-mangkuk sup ini mewakili besarnya kekejaman dan pembunuhan yang tidak berperasaan di seluruh Asia. Jadi di sini di depan kita, kami memiliki ikan hiu raksasa sepanjang 15 meter. Dan kami akan membuat keseluruhannya dari pecahan mangkuk sup. Dan kami berharap bisa menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa ratusan juta ikan hiu telah mengisi mangkuk-mangkuk sup setiap tahun. Saat melihat ke laut, kita tidak melihat kerusakan yang terjadi pada dasarnya. Kita tidak melihat bahwa kita mengubahnya menjadi gurun hari demi hari.

Melody Chen: Buatlah pilihan, tentukan sikap dan cukup berhenti makan sup sirip hiu. Ketika permintaan menurun, persediaan akan menurun. Dan ikan hiu akan selamat. Terima kasih.

Pei: Mereka mengeluarkan ikan hiu dari luar laut, memotong siripnya lalu melemparkan kembali ke dalam laut. Saya pikir ini sangat kejam dan memuakkan. Beberapa orang menghabiskan begitu banyak uang untuk membeli sirip ikan hiu, tetapi mereka tidak tahu bahwa sirip-sirip ini tercemar oleh logam berat. Mereka pikir makan sirip hiu dapat menghasilkan tekstur kulit yang bagus dan kecantikan, tapi saya hanya melihat mereka meracuni dirinya sendiri. Jika kita tidak memakan sirip ikan hiu maka penurunan permintaan akan mencegah nelayan menganiaya ikan hiu tersebut. Tidak memakan sirip ikan hiu berarti tidak membunuh. Tolong berhenti makan sirip ikan hiu.

Dong-Ping Hsu: Hai semuanya. Nama saya Dong-Ping Hsu, dan saya bekerja untuk Bea Cukai. Kita semua dapat melindungi ikan hiu. Cukup berhenti makan sirip hiu.

PEMBAWA ACARA: Kita dapat menyelamatkan hiu. Banyak negara telah melarang penyiripan ikan hiu dan rangkaian restoran sirip hiu tertua di Hong Kong telah tutup. Pengganti dari bahan nabati untuk sirip ikan hiu tersedia berlimpah dan banyak grup yang luar biasa seperti PeduliBumi dan Perkumpulan Penelitian dan Pendidikan Peduli Satwa bekerja keras untuk menyelamatkan teman-teman laut kita.

Mang-Ping Wu: Nama saya Mang-Ping Wu. Nama saya Mang-Chi Wu. Saya merasa kasihan terhadap hiu saat melihat manusia memotong siripnya. Tolong berhenti memakan sirip hiu demi ikan hiu yang malang. Terima kasih banyak!

PEMBAWA ACARA: Semoga dunia segera mengikuti pola makan vegan organik sehingga ikan hiu yang hebat dan semua makhluk indah lainnya di planet kita akan hidup bebas dan damai. Untuk informasi lebih lanjut tentang konservasi ikan hiu, silakan kunjungi:

Perkumpulan Penelitian dan Pendidikan Peduli Satwa www.Acres.org.sg

PeduliBumi www.Earth.org.hk

Perkumpulan Timur & Satwa Taiwan www.East.org.tw



Link yang Berhubungan
 
Fabrice Nicolino, Penulis "Industri Daging Mengancam Dunia Kita"
Play with windows media
 
Air yang Dipenuhi Darah - Penjagalan Ikan Paus yang Polos
Play with windows media
 
Teluk Merah: Richard O'Barry Mengungkap Eksploitasi dan Pembantaian Lumba-LumbaTeluk Merah: Richard O'Barry Mengungkap Eksploitasi dan Pembantaian Lumba-Lumba
Play with windows media
 
Butir-Butir Pembantaian: Pengulitan Secara Brutal Mantel Bulu Anjing Laut
Play with windows media
 
Akhiri Es yang Ternoda Darah: Pembantaian Masal Anjing Laut
Play with windows media