Siklus Kematian selama Paskah, Hari Raya Kelahiran Kembali   
Play with windows media ( 42 MB )


Gambar-gambar dalam acara berikut ini sangatlah sensitif dan mungkin mengganggu bagi pemirsa sebagaimana juga bagi kami. Namun, kami harus menunjukkan kebenaran tentang kekejaman terhadap hewan dan berharap Anda bersedia membantu menghentikannya.

Supreme Master TV: Anak Domba.

Anak domba dianggap sebagai simbol dari Yesus yang telah datang untuk mewakili Paskah. Baik Yesus dan domba kecil sangatlah lembut, penyayang, dan baik hati. Alkitab sering mengacu pada Yesus sebagai “anak domba Allah.” Yesus juga menyebut diri sebagai “Gembala Baik” yang turun ke Bumi untuk merawat “kawanan” atau pengikutnya. Guru yang agung ini, dengan teladannya, mengajarkan kita untuk merawat dan melindungi mereka dan semua makhluk lain.

Pada Minggu Paskah, keluarga sering berkumpul bersama menikmati pesta dan satu dari makanan yang sering ada di menu adalah daging anak domba tak bersalah dan tak berdaya. Secara paksa direnggut dari sisi induknya hanya pada usia beberapa minggu, domba kecil yang lemah ini dibawa ke rumah jagal, digantung di ban berjalan di kaki belakangnya, kemudian tenggorokannya dipotong dengan kasar, berdarah hingga mati. Kemudian kulit mereka dirobek dengan kasar dari tubuh dan daging mereka dipotong mejadi potongan besar untuk sajian “domba panggang”.

Anak Domba: Apa yang terjadi padaku? Mengapa aku di tempat tertutup ini? Kemarin aku sedang menyusu bersama anggota keluarga aku yang lain. Hari ini, aku dibawa ke sebuah tempat yang disebut rumah jagal. Ada darah dimana-mana, di lantai, di dinding, dan di orang-orang yang  menaruh aku di kandang. Dan bau dari daging busuk dan isi perut membuat aku mual. Adik aku digiring keluar dari kandang dengan kekang di leher tidak lama sebelumnya. Suara tangisannya seiring ia digiring pergi masih menggema di telinga. Pria dengan darah di bajunya melihat aku dan berkata, “Kamu berikutnya.” Apa yang ia maksud? Apa yang telah aku lakukan untuk berada di sini?

Supreme Master TV: Kelinci.

Satwa lain yang berhubungan dengan Paskah adalah sang kelinci, karena mewakili kesuburan musim semi dan  kelimpahan hidup baru. Dipengaruhi oleh iklan atau cerita dari kelinci Paskah, anak-anak mungkin meminta untuk memiliki kelinci sebagai hewan peliharaan pada saat ini tiap tahun atau mungkin orang tua akan secara spontan membeli bayi kelinci untuk hadiah. Jika keluarga tersebut tidak siap berkomitmen untuk merawat si bayi kelinci, pembelian itu akan berarti hidup pendek atau penderitaan sang kelinci.

Kelinci: Aku sangat takut hingga aku tak berhenti gemetar. Minggu lalu aku diambil dari ibuku dan ayahku dan semua anggota keluargaku yang lain. Seorang wanita meletakkan aku di kandang kawat dan mengikat pita biru di leherku. Kakiku terluka di kandang ini dan pita mengiris leherku, tapi ia nampaknya tidak peduli. Ia beritahu aku anaknya akan gembira memiliki kelinci Paskah lucu seperti aku. Tapi aku tak suka kandang ini, dan rumah ini, dan aku sangat, sangat kesepian. Oh tolong, tolong bantu aku kembali ke keluargaku!

Supreme Master TV: Mary Cotter, wakil presiden dari Perkumpulan Kelinci Rumah, sebuah organisasi nirlaba internasional yang menyelamatkan kelinci dari penampungan satwa menyatakan bahwa banyak kelinci yang diadopsi sebagai hewan peliharaan Paskah tak akan pernah hidup hingga ulang tahunnya yang pertama. Beberapa mati karena diabaikan atau diacuhkan, yang lain diberikan ke penampungan satwa dimana euthanasia adalah takdir umum, sementara yang lain diabaikan di taman lokal.

Supreme Master TV: Anak Ayam.

Anak ayam secara dekat diidentifikasi dengan Paskah karena ia mewakili hidup baru Yesus. Sering toko hewan peliharaan menawarkan anak ayam selama musim Paskah, dan orang tua membeli mereka untuk anak-anak sebagai hadiah pagi hari Paskah. Praktek menjijikan dari beberapa peternakan menyuntik pewarna ke telur ayam yang dibuahi agar anak ayam menetas dengan warna beranekaragam seperti merah muda, biru, hijau. Hal ini dilakukan untuk membuat anak ayam terlihat lebih “lucu” dan lebih diinginkan pembeli.

Anak ayam: Kutetaskan telurku baru dua hari yang lalu. Sejak itu hidupku seakan mimpi buruk. Selama beberapa waktu aku dijejalkan dalam kotak kardus yang amat tidak nyaman dengan 25 bayi lainnya. Aku tidak tahu dimana ibuku berada. Mengapa ia tidak merawat diriku? Hari ini seorang yang sangat besar melihat aku dalam rumah baru, toko hewan peliharaan, dan berkata pada kasir ia akan membawa diriku nanti setelah ia selesai bekerja. Aku takut dan kesepian. Apa yang pria besar ini akan lakukan padaku?

Supreme Master TV: Rapuh dan rentan, tulang dari anak ayam dapat mudah patah karena penanganan kasar dan mereka bisa jadi tidak sengaja terinjak oleh anak-anak dan orang dewasa. Ketika keluarga tidak menginginkan lagi anak ayam yang lembut untuk alasan apa pun, ia bisa diletakkan diluar menderita di kandang kecil, dikirim ke penampungan, atau diabaikan di alam liar dimana kemungkinan selamat amat tipis. Menurut Asosiasi Kemanusiaan Amerika mayoritas anak ayam diberikan sebagai hadiah Paskah mati, karena stress atau kurang penanganan dalam beberapa minggu dari masa liburan.

Supreme Master TV: Ayam Petelur.

Romawi percaya “Semua kehidupan berawal dari telur.” Umat Kristen anggap telur sebagai “bibit kehidupan” dan karenanya adalah simbol dari kebangkitan Yesus Kristus. Beberapa keluarga menyembunyikan telur berwarna untuk dicari anak-anaknya selama Paskah atau untuk makan pagi di hari ini. Apa Anda tahu bahwa produksi telur di pabrik peternakan adalah cerita dari penderitaan dan brutalitas ekstrem? Hampir semua telur datang dari fasilitas dimana ayam harus hidup dalam kandang baterai kecil ditumpuk tingkat demi tingkat dalam gudang besar. Dengan empat hingga enam burung di kandang, mereka tak punya cukup ruang untuk berpaling atau kembangkan satu sayap.

Telur diambil dari ayam-ayam betina dengan ban berjalan. Populasi yang sangat padat menyebabkan stress pada ayam dan mereka mulai mematuk satu sama lain. Daripada memberi ayam tempat lebih banyak, praktek kejam standar dalam industri adalah memotong bagian dari paruh mereka dengan pisau panas. Setelah satu atau dua tahun produksi telur ayam mulai menurun, mereka  kemudian digas hingga mati dalam kereta berjalan. Burung-burung muda dibawa untuk memulai siklus mengerikan dan kejam ini terus menerus. Makan, menyembunyikan atau menghias telur untuk Paskah hanya mendukung barbarisme ini.

Supreme Master TV: Babi.

Sedihnya ham panggang juga sering dikonsumsi selama Paskah. Babi di pabrik peternakan diperlakukan sangat kejam dari hari dilahirkan hingga hari mereka dibunuh. Ribuan babi secara ketat dijejalkan dalam kandang. Hampir tak bisa bergerak, mereka dipaksa berdiri setinggi lutut dalam kotoran mereka sendiri, menghirup udara ammonia, yang aromanya tidak tertahankan. Setelah beberapa bulan, babi muda, bersama ratusan saudara dan saudarinya, semua dengan kejam dibantai, dikuliti dan dipotong.

Apakah rasa sesaat dari ham panggang di lidah setara dengan semua penderitaan ini? Yesus Kristus mengajarkan kepada kita harus memperlihatkan kebaikan kepada semua satwa, dan bahwa mereka ditempatkan di sini di Bumi sebagai penolong kita. Satu dari Sepuluh Perintah dalam Alkitab adalah “Jangan membunuh.” Tak hanya ini berarti kita tak boleh membunuh sesama manusia, tapi juga berarti Tuhan menginginkan kita agar selalu menjaga hidup dari ciptaan-ciptaan-Nya yang indah.
 

Lirik lagu Sixth Commandment oleh Geoff Duncan: Semua makhluk hidup membawa cahaya Tuhan. Percikan-Nya dalam semua ciptaan bersinar terang. Jiwa yang suci dalam semua makhluk hidup. Kasih Agung selalu memberi

Tapi kita mengambil Kehidupan, kita menyia-nyiakan dan menggunakannya. Percikan Agung itu, kita menyiksanya. Hidup yang suci, seketika bebas dan mampu, Berubah jadi bangkai untuk meja kita

Secara fisik, spiritual, logika hal itu tidak masuk akal Bagian mana dari ‘Jangan membunuh’ yang tidak kau pahami?

Secara fisik, spiritual, logika hal itu tidak masuk akal Bagian mana dari ‘Jangan membunuh’ yang tidak kau pahami? Bagaimana kita bisa mencapai Damai senantiasa Ketika setiap hari kita membunuh saudara kita? Kapan kita bisa menghentikan kebiasaan pembantaian  Untuk memuaskan napsu haus darah kita?

Secara fisik, spiritual, logika hal itu tidak masuk akal Bagian mana dari ‘Jangan membunuh’ yang tidak kau pahami?

Secara fisik, spiritual, logika hal itu tidak masuk akal Bagian mana dari ‘Jangan membunuh’ yang tidak kau pahami?

Supreme Master TV: Dalam konferensi video tahun 2009 di Jerman, Maha Guru Ching Hai berbicara tentang perlunya memperlihatkan kasih pada semua makhluk dan kenapa kita tak kuasa melihat ketika mereka disiksa.

Maha Guru Ching Hai: Hakikat Ketuhanan asli kita adalah welas asih dan cinta. Saya ulangi lagi dan lagi: Anda bukanlah itu. Anda adalah welas asih, Anda adalah inkarnasi kasih. Tolong kembali kepada hal itu. Jadi ketika kita memaksakan diri kita untuk menonton video tentang kekejaman terhadap hewan, yang dengan sengaja disembunyikan dari kita dengan alasan agar kita tidak tahu, kita akan tersentak saat kita menyaksikan kekejaman ini bahkan di dalam video atau bahkan ketika kita mendengar laporan tentang hal itu. Sama seperti sebelumnya, kita mendengar salah satu laporan dari saudara kita bahwa kekejaman ada di mana-mana - kita tersentak, kita merasa ngeri, kita memalingkan muka, kita menangis, atau kita menjerit. Kita mendapat mimpi buruk. Kita tidak tahan melihat leher sapi, babi, ayam ditusuk atau digorok sehingga mereka berdarah sampai mati.

Dan yang lainnya yang lebih mengerikan, cara menyiksa  hewan yang tak terbayangkan.  Atau pemaksaan-makan bagi angsa foie gras, atau dengan sengaja mengurangi  makanan bagi bayi sapi, membatasinya agar ia tetap mempertahankan kelembutan dagingnya, sehingga ia bahkan tak dapat menggerakkan tubuhnya selama sisa dari hidupnya yang singkat itu. Atau nasib naas yang dialami bayi ayam dimana ayam betina mengalami pemotongan paruh mereka yang  lembut sambil tergantung terbalik dan yang jantan digiling hidup-hidup atau mati lemas,

Ini bukan cara yang Tuhan inginkan dari kita untuk hidup dengan sesama penghuni bumi kita. Ini bukan cara yang seharusnya kita perbuat sebagai anak-anak Tuhan.

Hewan-hewan adalah penolong kita, teman kita, dan kesayangan Surga.

Mohon ingatlah itu selama masa perayaan ini seperti Paskah dan sepanjang tahun, kita semua bisa dengan sangat mudah  menolong kawan-kawan hewan kita dengan hanya membawa seekor sahabat hewan jika kita benar-benar sayang dengan mereka dan dengan hanya membuat  pilihan yang berbeda  terhadap makanan kita. Dengan memilih untuk tidak  memakan daging, bangkai,  organ dan produk hewan; dengan tidak menjadikan perut kita kuburan hewan, kita semua bisa memastikan hidup yang lebih baik bagi semua makhluk. Jika kita mengikuti pola makan vegan organik, semua akan hidup tenang, harmoni, dan berkelimpahan.



Link yang Berhubungan
 
Horor Tak Diketahui di Kandang Induk Ayam
Play with windows media
 
Film Dokumenter Peternakan Babi: Penderitaan Mengerikan dari Nafas Pertama hingga Terakhir
Play with windows media
 
Tangis Kesakitan dari CAFO (Pusat Fasilitas Pemberian Makan Hewan)
Play with windows media
 
Musim Penderitaan: Kisah Hewan yang Tak Terceritakan di Atas Piring Anda
Play with windows media
 
HENTIKAN KEKEJAMAN TERHADAP HEWAN Kehidupan Penuh Trauma Ayam Kalkun
Play with windows media