Wilayah-wilayah di dunia dicekam gelombang panas dan Bumi mengarah ke tahun terpanas - 11 Ags 2010  
email to friend  Kirim halaman ini buat teman    Cetak

Berdasarkan analisis data yang ekstensif, para ahli iklim terkenal seperti Dr. James Hansen dari Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS menyatakan bahwa tahun 2010 akan menjadi tahun terpanas dalam catatan sejarah.

Termometer di seluruh dunia mencerminkan gerakan yang sama ini, dengan kekeringan yang berkepanjangan dan panas berlebihan baru-baru ini terjadi di China dan India, serta temperatur terakhir ini yang mencapai rekor tertinggi di Ukraina dan Belarusia.

Di Rusia, dimana kebakaran tanah gambut dan hutan terus berlangsung, kepala Pusat Meteorologi Rusia menyatakan bahwa negara itu mengalami gelombang panas yang terlama dalam seribu tahun ini.

Sementara itu, temperatur tinggi di Teluk Tokyo, Jepang, menyebabkan kematian pada manusia juga yang terjadi selama awal Agustus di AS Barat Tengah (Midwest) dan Selatan dimana Pusat Data Iklim Nasional melaporkan lebih dari 200 rekor temperatur tertinggi di negara bagian Mississippi saja. Para ahli memperingatkan bahwa air yang lebih hangat mengakibat gelombang panas ini juga dapat meningkatkan angin topan.

Profesor Michael Mann, seorang ahli iklim ternama di Universitas Negeri Pennsylvania di AS, telah menjelaskan bahwa temperatur yang disebabkan oleh pemanasan global ini akan menjadi kian merusak dari waktu ke waktu, mengarah ke kekacauan yang luas ketika negara menderita dari pergolakan yang disebabkan oleh efeknya yang merusak.

Apresiasi kami, Dr. Hansen, Profesor Mann, serta semua ilmuwan dan pejabat lainnya yang berupaya meningkatkan pemahaman kita tentang kerusakan penuh bahaya akibat perubahan iklim. Mari kita segera bertindak serempak untuk memulihkan keselamatan rumah planet kita bersama.

Pada konferensi video Oktober 2009 di Indonesia, Maha Guru Ching Hai berbicara tentang peningkatan urgensi pemanasan global yang disebabkan manusia, dan pada waktu yang sama juga menjelaskan langkah paling efektif untuk meniadakan bahaya tersebut.

Maha Guru Ching Hai: Suhu atmosfer meningkat dengan sangat tajam sehingga kita tak punya banyak waktu yang tersisa untuk berubah. Dan itu hanya perkiraan hingga saat ini. Dampak perubahan iklim bisa dilihat dalam banyak hal, dengan semakin banyaknya banjir, kekeringan, kebakaran, dan bahkan gempa bumi di mana-mana di dunia.

Bagaimana menyetop perubahan yang mengkhawatirkan ini? Gas-gas rumah kaca yang dilepaskan dari hewan, dari limbah mereka, limpasan peternakan, dan kegiatan yang berhubungan dengan eksploitasi besar-besaran ini telah diidentifikasi sebagai salah satu penyebab utama, penyebab nomor satu pemanasan global. Kita harus menghentikan konsumsi daging dan peternakan. Sebaliknya, kita seharusnya memilih untuk membeli produk sayuran dan buah organik untuk menyelamatkan nyawa kita dan keluarga kita, menyelamatkan hewan dan planet ini.

http://www.upi.com/Science_News/2010/08/04/Heat-wave-kills-clams-crabs-in-Japan/UPI-65761280934293
http://abcnews.go.com/WN/deadly-heat-wave-sweeping-midwest-southeast-bringing-triple/story?id=11326471
http://edition.cnn.com/2010/US/08/04/weather.heat/index.html#fbid=yEdbQYgywkT&wom=false
http://www.examiner.com/x-5181-Jackson-Weather-Examiner~y2010m8d9-Recent-heat-wave-breaks-or-ties-hundreds-of-temperature-records-from-morning-lows-to-afternoon-highs
http://theweek.com/article/index/205871/the-2010-heat-wave-5-excruciating-climate-records
http://www.bloomberg.com/news/2010-08-09/heat-wave-to-grip-u-s-midwest-states-through-the-weekend-forecasters-say.html
http://news.bbc.co.uk/weather/hi/uk_reviews/newsid_8879000/8879074.stm