Konferensi Perubahan Iklim bersama Maha Guru Ching Hai
 
Mari Lakukan Perubahan - Lindungi Lingkungan, 4 Jun 2009 Veracruz, Mexico   
Bagian ke 1 Play with windows media ( 107 MB )
Bagian ke 2 Play with windows media ( 157 MB )
Bagian ke 3 Play with windows media ( 111 MB )



PESAN GENTING DARI MAHA GURU CHING HAI

Selamat menghadiri acara ini, pejabat-pejabat tinggi yang terhormat, anggota-anggota media, pembicara yang terkemuka, dan semua peserta konferensi yang mulia, halo.

Sebagai seorang penduduk dunia yang amat peduli, dengan rendah hati saya memberi salam kepada Anda, terima kasih dan salam hormat kepada Anda semua yang ada di sini pada hari ini yang telah datang dengan hati dan pikiran terbuka bagi kesejahteraan dari planet yang indah dan tercinta ini yang kita sebut sebagai rumah.

Saya sangat berterima kasih atas konferensi yang diadakan di sini hari ini di Veracruz, Meksiko, untuk menyampaikan mendesaknya pemanasan global yang disebabkan perubahan iklim yang, sayangnya, telah membunuh ratusan ribu dan mempengaruhi ratusan juta manusia, belum termasuk spesies-spesies lainnya. Harapan saya bahwa hal ini akan lebih meningkatkn kesadaran dan mengilhami tindakan terhadap masalah internasional yang lebih serius di zaman kita.

Informasi yang dikomunikasikan dan pekerjaan mulia yang dilakukan di sini hari ini adalah sangat penting. Merupakan suatu kehormatan untuk berbagi planet ini dengan orang-orang berbakti seperti Anda, yang berjuang untuk perbaikan orang lain. Kita tahu bahwa perubahan iklim adalah masalah  penting; kita semua tahu apa itu, dan bahwa kondisi kritis saat ini dari planet kita memerlukan tindakan segera dan bijak dari kita semua.

Tolong perhatikanlah semua informasi dari konferensi hari ini dan sebar luaskan untuk menyelamatkan bumi kita dari kehancuran. Saya mengambil kesempatan ini untuk memberitahu Anda skenario umum yang mendesak, walau barangkali sebagian atau banyak dari Anda yang telah mengetahuinya.

HTML clipboard A. Skenario yang Mendesak

Perubahan iklim kita saat ini lebih buruk dari kasus skenario terburuk yang diperhitungkan oleh Panel Perubahan Iklim Antarpemerintah untuk PBB (IPCC), dengan kerusakan dan seringkali efek fatal telah terlihat melalui kejadian-kejadian ekstrim seperti topan, banjir, kekeringan, dan gelombang panas.

Sekalipun dunia mengurangi emisi gas rumah kaca, planet ini akan membutuhkan waktu untuk pulih dari gas-gas yang telah berada di atmosfer.

Inilah sebabnya perlu berfokus pada gas-gas berjangka pendek, yaitu metana. Metana memerangkap paling sedikit 72 kali lebih panas dari CO2, rata-rata di atas masa 20 tahun. Sumber metana terbesar adalah industri peternakan, yang sungguh merupakan salah satu penyebab tertinggi dari pemanasan global yang harus dihentikan.

Tapi terlebih dahulu, mohon izinkan saya untuk berbagi hanya beberapa bukti terkini akibat dari perubahan iklim pada kehidupan  manusia dan hewan-hewan.

HTML clipboard
B. Mencairnya Arktik

Di sini kita dapat melihat Arktik yang mencair. Arktik atau Kutub Utara mungkin akan tanpa es pada tahun 2012, 70 tahun lebih cepat dari perkiraan IPCC. Tanpa perlindungan es untuk memantulkan cahaya matahari, 90 persen dari panas matahari dapat masuk ke air terbuka, yang mempercepat pemanasan global.

Perubahan dalam lapisan es Arktik sangatlah dramatis, dimana ahli iklim mengatakan bahwa hanya 10 persen dari es yang ada sekarang adalah es yang lebih tua dan tebal, sementara lebih dari 90 persennya adalah es yang baru terbentuk dan tipis.

Perubahan Arktik lainnya adalah mencairnya lapisan es, yang umumnya merupakan lapisan beku di atas Bumi yang berisi simpanan metana. Mencairnya lapisan ini di tahun-tahun belakangan ini telah menyebabkan gas metana dilepaskan sehingga jumlahnya di atmosfer telah naik dengan tajam sejak tahun 2004. Pemanasan global lebih jauh akan melampaui kenaikan 2 derajat Celcius yang dapat menyebabkan miliaran ton metana dilepaskan ke dalam atmosfer yang dapat mengantar kepunahan masal bagi kehidupan di planet ini.

Karena lapisan es raksasa dari Greenland dan Kutub Selatan juga terus mencair, maka bencana naiknya permukaan laut dan badai yang lebih kuat diperkirakan akan terjadi juga.

Jika seluruh lapisan es Kutub Selatan bagian Barat mencair, tingkat permukaan air laut rata-rata global akan naik paling sedikit 3,3; 3,5 meter dan dapat mempengaruhi lebih dari 3,2 miliar orang - yang merupakan setengah dari populasi dunia - yang tinggal 200 mil dari tepi pantai. Dan para ilmuwan Amerika dari Pusat Data Es dan Salju Nasional sekarang mengatakan bahwa jika semua Kutub Selatan mencair, tingkat permukaan air laut bisa naik ke tingkat yang jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan, sebagian bahkan mengatakan akan mencapai 70 meter, yang artinya lebih mematikan bagi semua kehidupan di Bumi.

HTML clipboardC. Daratan Tenggelam dan Pengungsi Iklim

Masalah berikutnya: Kita menghadapi pengungsi-pengunsi iklim, tenggelamnya daratan. Sekarang ini, setidaknya 18 pulau telah tenggelam sepenuhnya di seluruh dunia, dengan lebih dari 40 negara pulau lainnya terancam oleh naiknya permukaan air laut. Sebuah laporan dari Organisasi Internasional untuk Migrasi menyatakan bahwa mungkin ada 200 juta, atau bahkan hingga 1 miliar orang yang akan menjadi pengungsi iklim pada tahun 2050, atau dalam masa hidup kita.

Ini adalah orang-orang yang harus meninggalkan pulau atau rumah-rumah pantai mereka karena naiknya permukaan air laut atau mencairnya lapisan es yang menyebabkan seluruh komunitas atau negara tenggelam dan ambruk.

HTML clipboardD. Mundurnya Gletser dan Kekurangan Air

Masalah kita berikutnya: Kemunduran gletser dan kekurangan air. Hampir semua gletser di planet akan hilang dalam beberapa dasawarsa ini, membahayakan kelangsungan hidup lebih dari 2 miliar manusia.

Satu miliar manusia ini akan menderita dampak dari kemunduran gletser Himalaya yang sudah berlangsung dengan gerakan yang lebih cepat daripada tempat lain di dunia, dengan dua pertiga wilayah ada lebih dari 18.000 gletser yang mengalami kemunduran. Dampak awal dari pencairan gletser adalah banjir yang merusak dan tanah longsor.

Ketika kemunduran es gletser berlanjut, hujan berkurang, kekeringan menghancurkan dan kekurangan air adalah akibatnya.

HTML clipboardE. Zona Mati Lautan

Berikutnya: Zona mati lautan. Perubahan iklim menciptakan wilayah lautan yang dikenal sebagai zona mati yang sekarang jumlahnya lebih dari 400. Peningkatan ini disebabkan oleh pembuangan pupuk dan yang paling besar dari peternakan sehingga menyebabkan kekurangan oksigen yang dibutuhkan untuk menunjang kehidupan.

HTML clipboardF. Rekor Panas

Sekarang, kita juga mempunyai rekor panas. Dasawarsa yang lalu paling sedikit terjadi dua kali rekor rata-rata suhu terpanas tahunan yang pernah dicatat dalam sejarah planet kita. Tahun 2003, suatu gelombang panas rekor menghantam Eropa yang merenggut  korban puluhan ribu nyawa. Gelombang panas juga membuat kebakaran hutan terburuk dalam sejarah Australia.

HTML clipboardG. Peningkatan Badai

Berikutnya: Peningkatan badai. Intensitas dan lamanya angin topan dan badai tropis tercatat meningkat sebesar 100% selama lebih dari 30 tahun yang lalu, dimana para ilmuwan di Institut Teknologi Massachusetts (MIT) di AS mengatakan hal itu mungkin saja karena peningkatan suhu di lautan berhubungan dengan iklim.

HTML clipboardH. Lenyapnya Margasatwa

Berikutnya kita mengalami lenyapnya margasatwa. Para ahli ekologi terkemuka mengatakan bahwa penyusutan margasatwa karena punahnya spesies begitu cepat sehingga tidak ada perbandingannya di zaman modern ini. Para ilmuwan juga meramalkan bahwa 16.000 spesies di Bumi yang terancam dapat punah 100 kali lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya.

HTML clipboard