email to friend  Kirim halaman ini buat teman   Jika anda ingin menambahkan video ini ke dalam blog atau website pribadi anda, silahkan klik link berikut untuk mendapatkan source code-nya.  ambil source code   Cetak

Ilmuwan Afrika bicarakan solusi vegan untuk hambat dampak kekeringan.
Karena kondisi menakutkan di Tanduk Afrika terus menimpa kehidupan lebih dari 13 juta orang-orang Somalia, Ethiopia, Kenya, dan Djibouti, puluhan ribu orang di Somalia saja telah meninggal dunia. Selain itu mata pencaharian juga terdampak, dengan para peternak yang tinggal di Kenya kini bersusah payah untuk bertahan, juga hewan-hewan itu sendiri, khususnya karena sangat kurangnya air dan tanah untuk merumput.

Shem Otoi Sam – Ahli Lingkungan, Universitas Pertanian dan Teknologi: Sebagian dari Kenya, orang-orang di situ adalah pastoralis, yaitu orang-orang yang mata pencahariannya tergantung dari hewan ternak. Hewan ternak bergantung kepada air dan rumput, tetapi sebagian telah alami lima tahun tanpa hujan, jadi masyarakat selalu mempunyai konflik atas titik-titik air. Maka hal itu memaksa pemerintah mengerahkan pasukan polisi di sana, tetapi untuk menjaga titik-titik air dan mencegah agar orang tidak menembak mereka, mereka memiliki senjata. Jadi itu adalah krisis serius.

Supreme Master TV: Sementara Kementrian Air Kenya telah menganggarkan relokasi lubang-lumbung sumur di berbagai bagian negara itu, para ahli seperti aktivis lingkungan Bpk. Shem Otoi Sam berkata itu tidak cukup sebagai solusi jangka panjang. Dr. Woldeamlak Bewket dari Ethiopia menyarankan bahwa kerja sama orang-orang dalam menurunkan produksi hewan ternak bisa secara drastis membantu ringankan dampak kekeringan itu.

Dr. Woldeamlak Bewket – Ilmuwan Lingkungan, Universitas Addis Ababa, Ethiopia: Mengurangi ketergantungan pada produk peternakan dan mengubah pola konsumsi menjadi makanan kebiasaan yang hijau dan vegetarian akan berkontribusi secara signifikan untuk mitigasi perubahan iklim dan juga mengurangi permintaan akan sumber air bersih. Akan sangat sulit untuk menopang kebiasaan makan dari konsumsi produk hewani yang begitu banyak yang diberikan air bersih terbatas di manapun. Jadi dari sudut pandang managemen air, menghemat air, dan alokasi ulang untuk tujuan produktivitas, mengubah konsumsi kita dari produk hewani menjadi produk sayuran yang sangat membantu.

Shem Otoi Sam: Hal lainnya adalah mengapa orang harus mengonsumsi daging ketika itu semua mematikan? Orang-orang harus adaptasi menuju gaya hidup vegan yang sangat sehat, kolesterol rendah di tubuh, orang akan hidup panjang dan lingkungan akan jauh lebih ramah, ya.

Supreme Master TV: Kami terima kasih Bpk Sam dan Dr. Woldeamlak Bweket atas informasi dan kepedulian Anda dalam menerapkan solusi untuk krisis air darurat di Tanduk Afrika. Doa kami bagi hujan yang lembut dan panen yang dermawan untuk kurangi penderitaan jutaan orang, dan transisi darurat menuju pola makan vegan yang akan lestarikan air sambil menopang seluruh hidup dan planet.

Selama konferenti video Agustus 2011 di AS, Maha Guru Ching Hai sering bicara tentang cara dimana industri peternakan memboroskan suplai air bersih kita, dengan dampak membahayakan manusia.

Maha Guru Ching Hai: Industri peternakan telah menjadi sebuah ancaman yang semakin besar terhadap persediaan air kita yang sedang menyusut di seluruh dunia, dengan cepat, karena perubahan iklim. Tapi kebanyakan air yang dipakai dalam industri peternakan adalah untuk menanam gandum dan kacang-kacang kedelai,lagi-lagi, untuk memberi makan ternak, bukan manusia. Jadi, saat pemborosan air yang mengejutkan ini, dari air dan makanan, sedang terjadi, satu miliar orang di dunia kita kekurangan akses pada air minum yang aman dan kelaparan. Kita semua tahu tentang krisis kelaparan saat ini di Somalia, di Tanduk Afrika. Tragedi-tragedi seperti itu dapat dikurangi atau bahkan dicegah jika semua orang menjadi vegan, karena diet vegan menghemat 70% dari sumber air berharga kita. 70%. Kita pasti dapat hentikan industri peternakan agar tidak menghancurkan persediaan air kita yang berharga.

http://www.abc.net.au/7.30/content/2011/s3327235.htm
http://www.trust.org/alertnet/news/horn-of-africa-drought-need-not-become-famine-says-un

Berita Tambahan

Setelah menganalisa informasi pada 500 senyawa pada sungai utama Eropa, tim ilmuwan internasional menemukan bahwa level dari sepertiga kimia lebih ditemukan cukup tinggi untuk melukai organisme, dengan pestisida terutama menciptakan dampak lebih merusak dari yang dipercaya sebelumnya.

http://www.physorg.com/news/2011-10-pesticides-pollute-european-waterbodies-previously.html
http://cordis.europa.eu/fetch?CALLER=FP6_NEWS&ACTION=D&DOC=1&CAT=NEWS&
QUERY=0133028c00cf:a204:2058e6fe&RCN=33920