Delta Mekong terancam kenaikan air sungai dan laut - 28 Sep 2009  
email to friend  Kirim halaman ini buat teman    Cetak

Ketinggian air sungai yang memasuki Delta Mekong Au Lac (Vietnam) terus naik, dan baru-baru ini melampaui tingkat peringatan kedua. Banjir dan longsor besar yang ditimbulkannya mempengaruhi lahan padi di Provinsi Đang Tháp dan An Giang, dan pemerintah telah membangun penampungan untuk pengungsi di provinsi ini dan provinsi tengah lainnya.

Untuk melindungi kuil Long Khánh yang bersejarah dari tanah longsor, pemerintah Đang Tháp telah memindahkan seluruh kuil ke area yang lebih aman.

Dalam siaran wawancara di Radio France Internationale (RFI) pada tanggal 24 September, Bapak Lau Thung Quang, jurnalis terkenal dan mantan kepala Radio SBS, jaringan radio nasional berbagai kebudayaan dan bahasa di Australia berkomentar atas situasi kenaikan tinggi air laut di Au Lac yang genting.

Lau Thung Quang – mantan kepala Radio SBS Australia (L): Ada penelitian tahun 2006 dari badan sains nasional Australia –  Organisasi Sains dan Riset Persemakmuran Australia (CSIRO). Dalam laporan riset itu, organisasi ilmiah dan industri Australia itu secara spesifik menyebutkan Vietnam sebagai salah satu dari 10 negara berkembang yang berisiko terkena dampak terparah oleh perubahan iklim, penyebab utamanya adalah kenaikan permukaan air laut.

PEMBICARA: Delta Mekong bergabung dengan banyak kawasan delta di seluruh dunia yang menghadapi bahaya kenaikan air laut dan sungai serta tenggelamnya daratan. Bila pemanasan global berlanjut, ilmuwan berkata kombinasi ini pastilah membawa lebih banyak bencana banjir, seperti juga dijelaskan oleh Bapak Lau Thong Quang.

Lau Thong Quang (L): Pada saat suhu planet kita naik 2 derajat Celsius, seluruh kawasan delta seperti di Bangladesh atau Sungai Mekong akan dibanjiri air laut. Dalam skenario kasus terburuk, Vietnam hanya akan tinggal di daerah gunung Truong San, artinya delta Sungai Mekong, dan Sungai Merah, Kota Saigon dan Haipeng, dan Vietnam tengah seluruhnya akan tenggelam.

PEMBICARA: Kami berterima kasih kepada Bapak Lau Thung Quang yang telah mengingatkan ini, dan pejabat setempat di Au Lac yang telah mengambil langkah pencegahan yang aman untuk melindungi penduduk. Semoga situasi berbahaya seperti ini hilang dengan perhatian umat manusia yang lebih lembut terhadap sesama dan lingkungannya.

Menyuarakan keprihatinannya bagi umat manusia dalam pesan video selama konferensi di Meksiko bulan Juni 2009, Maha Guru Ching Hai memperingatkan tentang akibat pemanasan global bagi masyarakat.

Maha Guru Ching Hai: Masalah berikutnya: Daratan yang tenggelam dan pengungsi iklim. Sekarang ini, setidaknya 18 pulau telah tenggelam sama sekali di seluruh dunia, dengan lebih dari 40 negara pulau lainnya berisiko terhadap naiknya air laut. Sebuah laporan dari Organisasi Internasional untuk Migrasi menyatakan bahwa mungkin ada 200 juta, atau bahkan hingga 1 miliar orang akan menjadi pengungsi iklim pada tahun 2050, semua dalam masa hidup kita. Ini adalah orang yang harus meninggalkan pulau atau rumah pantai mereka karena naiknya permukaan air laut atau mencairnya permafrost yang menyebabkan seluruh komunitas atau negara tenggelam dan ambruk. Mungkin tidak sedini itu, tapi masih belum terlambat, kita masih bisa menolong planet rumah kita. Solusi nomor satu adalah vegan, vegan organik. Veganisme akan menyelamatkan dunia kita.

Referensi
http://www.rfi.fr/vietnamien/actu/articles/117/article_5055.asp, http://www.monre.gov.vn/monreNet/Default.aspx?tabid=255&ItemID=73060
http://www.saigon-gpdaily.com.vn/National/2009/9/74508/