Air tanah yang kebanyakan dipompa berhubungan dengan kenaikan level laut - 20 Nov 2010  
email to friend  Kirim halaman ini buat teman    Cetak

Diterbitkan dalam Surat Tinjauan Geofisika, penelitian baru oleh para peneliti di Belanda telah menunjukkan bahwa limpasan dan penguapan dari penipisan jumlah air tanah di dunia sekitar 25% dari kenaikan air laut hari ini. Para ilmuwan ini melaporkan bahwa volume dari hilangnya air tanah telah lebih dari dua kali lipat, dari 99,7 juta ekar-kaki di tahun 1960 menjadi 229,4 juta di tahun 2000. Akan tetapi, di saat yang bersamaan penggunaan air tanah membuat kenaikan level laut, ini juga membuat kekurangan air karena ketidakmampuan bagi skema air untuk cepat terisi kembali.

Dr. Peter H. Gleick, ahli terkemuka tentang masalah air dan presiden dari Institut Pasifik di Oakland di Kalifornia, AS menekankan berkurangnya sumber seperti itu yang tak terelakkan ketika ia berkata, "Empat puluh persen air tanah berasal dari sumber air yang tidak berkelanjutan. Dengan definisi, arti yang tidak berkelanjutan tak bisa berlangsung selamanya." Para peneliti menyimpulkan dengan menyatakan bahwa efek dari kenaikan level laut diharapkan dapat berkurang, tapi itu hanya karena penggunaan yang terus-terusan dengan tingkat yang akan membuat air tanah kering.

Para peneliti Belanda dan Dr. Gleick, kami menghargai Anda yang menyoroti masalah yang bertumpuk yang timbul dari penggunaan sumber yang tak berkelanjutan. Semoga kita semua berjuang menuju kesadaran yang lebih tinggi dari jejek air kita untuk hidup lebih harmonis dengan alam.

Selama konferensi video Februari 2009 di Formosa (Taiwan), Maha Guru Ching Hai menyampaikan kebutuhan darurat bagi umat manusia untuk menapak lebih ringan di planet kita yang rapuh.

Maha Guru Ching Hai: Kita berharap kita melakukan sesuatu sehingga kita bisa menghentikan naiknya permukaan air laut seperti sekarang ini dan tidak bertambah buruk sehingga bangsa lain masih bisa membantu bangsa yang telah tenggelam. Menjadi hemat adalah kuncinya. Hemat juga berarti kita berorganik dan vegan karena metode ini akan membantu menghilangkan penggunaan berlebihan dari sumber daya alam untuk memproduksi daging dan produk susu. Dan dalam hal itu, kita akan punya cukup makanan untuk setiap orang. Pertanian organik sebenarnya memperbaiki tanah atas dan bahkan membersihkan udara dan persediaan air. Dan jika kita menjadi vegan organik, maka segala sesuatu akan kembali ke normal seperti sebelumnya dan bahkan lebih baik, lebih subur, lebih banyak, lebih berlimpah bagi semua untuk menikmati udara bersih, damai, kasih, sehat, dan panjang umur.

http://green.blogs.nytimes.com/2010/11/02/rising-seas-and-the-groundwater-equation/?partner=rss&emc=rss